var id = "0c27875daffda80599848d2a15d99c6f4e9f76aa"; class="post-template-default single single-post postid-71 single-format-standard no-slider content-r" layout='2'>

Kenali 4 Jenis Gangguan Tumbuh Kembang Anak Sebelum Terlambat!

Setiap anak-anak balita mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda. Namun, beberapa perubahan yang tidak wajar dalam pertumbuhan anak bisa menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada anak, bahkan sampai jangka panjang.

Jika Anda mendapati ciri-ciri gangguan tumbuh kembang pada si kecil seperti di bawah ini, segera bawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan. Selain itu, Anda juga bisa terlebih dahulu berkonsultasi dengan cara chat dokter anak di aplikasi Klikdokter. Dikutip dari Klikdokter, inilah 4 jenis gangguan tumbuh kembang anak.

1. Gangguan Spektrum Autisme

Gangguan spektrum autisme (GSA) merupakan kondisi kelainan pada otak yang berdampak pada kemampuan interaksi dan komunikasi anak. Penderita gangguan ini terlihat seperti hidup di dalam dunianya sendiri. Mereka tidak mampu mengembangkan hubungan emosional dengan orang-orang di sekitarnya. Gelaja gangguan GSA umumnya terlihat di awal masa tumbuh kembang.

Ada empat jenis gangguan autisme yang dialami oleh anak yaitu gangguan komunikasi dan bahasa, gangguan interaksi sosial, perilaku yang tidak wajar, dan gangguan panca indra. Beberapa hal yang bisa memicu autisme yaitu keturunan autisme dalam keluarga, jenis kelamin anak, masalah otak, dan usia orang tua ketika anak tersebut lahir.

2. Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan dalam tumbuh kembang anak membuat anak mengalami rasa takut yang berlebihan terhadap hal-hal yang tidak lazim. Bahkan, anak bisa saja selalu merasa cemas dan tertekan dalam situasi yang normal. Penderita gangguan kecemasan bisa mengalami rasa takut yang dahsyat dan datang dengan tiba-tiba tanpa peringatan.

Salah satu gangguan kecemasan pada anak yaitu gangguan obsesif-komplusif. Di mana gangguan ini membuat penderita terus mengalami pemikiran dan perilaku yang seolah-olah terobsesi sesuatu dan tidak dapat berhenti.

3. Gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Attentiondeficithyperactivitydisorder merupakan salah satu gangguan pada tumbuh kembang anak yang paling sering terjadi dan bersifat kronis. Otak yang dimiliki oleh anak penderita ADHD tidak bekerja sebagaimana mestinya. Gangguan ADHD bisa bertahan hingga masa dewasa. Gejala ADHD biasanya terlihat sebelum anak mencapai usia 12 tahun.

Tanda-tanda gangguan ADHD di antaranya yaitu terlalu banyak bicara, sulit untuk tetap fokus, lebih suka menyendiri, sulit untuk bermain dengan tenang, sering kehilangan barang, dan suka melamun.

Jika anak Anda mengalami tanda-tanda tersebut, Anda bisa chat dokter anak untuk mengonsultasikannya. Meski ADHD tidak bisa disembuhkan, tetapi pengobatan bisa meringankan gejala yang dialami.

4. Gangguan Central Auditory Processing Disorder (CAPD)

Central auditory processing disorder atau disebut juga gangguan proses auditori merupakan gangguan pedengaran yang timbul saat otak tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Gangguan pendengaran ini bisa menyerang orang di segala usia, tetapi biasanya gejala mulai timbul di masa anak-anak dan termasuk gangguan tumbuh kembang anak.

Anak-anak yang mengalami CAPD menunjukkan gejalanya dengan jelas sejak dini. Mereka akan kesulitan dalam merespon terhadap suara, memahami percakapan, menikmati musik, berkonsentrasi, mengingat petunjuk yang diberikan, serta membaca dan mengeja.

Meskipun tidak ada obat untuk menyembuhkan gangguan CAPD, tetapi anak-anak bisa merasa lebih baik seiring waktu jika mereka belajar untuk mengatasi kondisi tersebut.

Pengobatan yang dilakukan sejak dini akan sangat membantu untuk anak penderita gangguan tumbuh kembang. Pengobatan untuk gangguan tumbuh kembang biasanya terdiri dari obat-obatan dan terapi psikologi.

Anda bisa memanfaatkan aplikasi Klikdokter jika ingin bertanya terlebih dahulu mengenai gangguan tumbuh kembang anak atau rekomendasi rumah sakit dan tempat praktek dokter dengan cara chat dokter anak.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>